Aku dan Waktu
Aku. Pribadi yang mewakili raga dan batin. Aku dengan segala kerumitan dan kekompleksan berpikirku. Aku dengan segala teori mematikan yang sulit digambarkan. Aku dan semua paradoks ciptaanku. Aku dengan segala ego dan emosi yang meletup-letup di ujung saraf. Aku, diriku dan jiwa yang berjuang sendirian.
Kemudian takdir berkata, dimana ada aku disitu ada waktu.
Waktu. Berlari dalam diam, mengejar. Ia menghipnotis setiap detik hingga tidak ada cela untuk kesalahan. Ia berbisik di sela-sela angin yang menghembuskan kebenaran. Tak memberi kesempatan dalam ruang, tak memberi saran dalam kelam.
Di suatu kesempatan, kata Aku pada waktu "Tidak kah kau lelah? Berhentilah sejenak dan beristirahat. Tidak perlulah kau mengejarku dengan seluruh tenagamu yang sekiranya menyusahkanku. Berilah sedikit ruang untukku."
"Aku bisa saat aku mau. Tapi dari segala pertimbanganku, aku memilih untuk menjalankan tugasku disaat engkau tertidur lelap. Disaat tak ada harapan dan kesempatan aku memunculkannya dalam kehidupan," jawabnya tenang.
Aku terdiam dalam irama dentingan waktu di belakangku. Suara itu terdengar samar-samar, menyelimuti kesendirianku akibat berjalannya waktu.
"Mengapa hanya diam? Tidak kah aku benar? Atau menurutmu aku salah? Aku ada, selalu ada bagimu. Suka maupun duka, tak perlulah kau merasa sendirian. Aku disini, memberikan celah kehidupan, membuat kesempatan di tiap kesempatan yang sudah kau lewatkan untuk kesekian kalinya," tegur sang waktu.
"Sudahlah, aku lelah. Kesempatan itu telah terlalu jauh untuk kukejar kembali. Dan kau? Apa yang bisa kau lakukan selain terus berlari memberikan hanya secercah harapan tanpa kesempatan?"
"Tidak kah kau mengerti yang telah kau lewatkan dalam hidup? Aku hanya sang waktu. Dan kamu adalah dirimu yang harusnya mencari, bukan sekedar menunggu. Kau hanya tak mengerti, itu saja"
Tik.
Tok.
Tik.
Tok.
Kesunyian memenuhi ruangan.
Tik.
Tok.
Tik.
Tok.
Aku. Aku dan ego. Terbius dalam diam, membiarkan sang waktu berjalan meluputi setiap harapan. Tanpa sadar meninggalkan kesempatan yang terus berlalu.
Tik.
Tok.
Tik.
Tok.
Tamat.
Comments
Post a Comment