Tanda Tanya?

Mungkin dalam detik-detik pertamamu memandang judul diatas, kamu berpikir mengapa tanda tanya. Mengapa bukan tanda baca lainnya? Atau bisa juga kamu sama sekali tak berpikir. Bisa.

Jawabannya sederhana. Aku memilih tanda tanya karena aku tak memilih tanda baca yang lain. Dengan kata lain, titik, koma, tanda seru serta kawannya itu tak sama sekali menarik perhatianku. Tapi aku tidak ingin membuatnya sesederhana itu dimatamu. Kau tau aku. Dan jelas kau tau aku tidak suka membuat hal terlihat sesederhana itu. 

Titik. Selesai. Akhir. Kenapa tidak? Ah gampang saja. Karena aku tak mau menyudahi. Dan ya, aku tau kalian pasti berpikir lagi; menyudahi apa? Jujur aku juga belom menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan semacam itu. Tapi aku bisa bilang aku benci titik karena bukan hanya kalimat, tapi titik mengakhiri segalanya. Karena juga, sehabis akhir akan ada awalan baru yang belum tentu lebih baik dan istilahnya semuanya masih dalam fase kemungkinan yang koheren. Intinya aku tak suka mengakhiri karena menurutku ini bukan akhir. Ini belum selesai

Koma. Gantung. Digantung atau menggantung ah dua-duanya terlihat buruk dimata ini. Sehabis koma bisa jadi sebuah lanjutan atau juga bisa sebuah keterbalikan fakta dari sebelumnya. Tapi tapi tapi ah terlalu banyak tapi sehabis koma dan aku tak perlu hidup dalam penyangkalan seperti itu. Terlalu banyak alasan, terlalu banyak hal yang menggantung yang sangat ingin terungkap. Koma. Sudah pasti belum pada akhir,

Tanda seru. Galak. Ya seperti kamu kalau marah dan seperti aku juga! Hentakan itu, ah bagaimana bisa kau tak merasakannya? Tidak aku tidak suka sebuah tekanan itu. Semua ini belum berakhir dan juga bukan sesuatu untuk digantung, tapi yang paling pasti ini semua bukan untuk digaris bawahi. Bukan untuk ditekankan dan ditakuti. Maka itu aku menghindari tanda seru. Aku takut!

Pada akhirnya. Mengapa tanda tanya? Penasaran bukan? Nah itu dia yang aku cari, itulah yang aku coba pecahkan. Sebuah tanda tanya besar dalam semua situasi ini. Sebuah pertanyaan yang belum terjawab. Lalu kemudian kamu bertanya, habis tanda tanya lalu selesai? Tentu saja belum karena setelah tanda tanya kita perlu jawaban. Disitulah yang menyenangkan. Kau tak tau apa yang akan kau, aku atau kita dapat dari sebuah tanda tanya. Jawaban yang berujung titik atau sebuah kalimat berperantara koma dan berakhiran tanda seru? Masih, aku masih menunggu jawabannya.

Ya. Itulah mengapa. Tentu kamu sekarang mengerti kenapa aku memilih tanda tanya. Apakah tanda bacamu?


Comments

Popular Posts