Hujan


Dia tau hujan, tapi mungkin hujan tidak. Mereka sering bertemu dan bertukar tatapan, tapi tidak menyapa. Belakangan ini dia sering menjumpai hujan. Hujan sedang menari-nari di langit sambil mencurahkan isi hatinya dan dia dengan tenang duduk memperhatikan.

Menurutnya hujan adalah teman. Dia bercerita dan hujan mendengarkan. Hujan bernyanyi dalam iramanya, diapun mendengarkan. Tapi terkadang hujan jarang muncul, dan saat itulah dia rindu kehadirannya. secara tidak langsung mereka sungguh dekat tapi juga sangat jauh melampaui jarak hati ke hati. 

Ada kesendirian saat hujan menghampiri. dengan hanya duduk menyesali apa yang telah terjadi dia terus mengutuk keputusan yang dikiranya salah dan hanya bisa meratapi bahwa semua tidak pernah berjalan sesuai keinginannya. Terkadang dia juga ditemani sebuah buku dan secangkir kopi. Membaca sebuah perjalanan orang lain sambil terkadang memanjakan lidahnya untuk merasakan sedikit kehangatan disaat hatinya terasa beku.

Ada ketakutan saat hujan menghampiri. dia ingin bebas, tetapi terlalu takut. takut bahwa hujan akan berujung pada kemarahan dan petir pun pada akhirnya menghakimi. Yang hanya bisa dia dilakukan hanya mengambil sebuah tongkat berselimut parasit 

Ada kebebasan saat hujan menghampiri. Berdiri di tengah jutaan hujan yang datang membanjiri tubuh, dia berteriak sampai akhirnya air mata itu bersatu jutaan tetes hujan tersebut. Semua penyesalannya menjadi satu dalam dentuman air hujan. kemudian dia menari, menari di bawah hujan. 

Ada kebahagiaan yang tertunda saat hujan menghampiri. Dia selalu senang ketika hujan datang, tapi ia lebih bersemangat saat hujan itu berucap kata perpisahan. Kemudian senyuman terukir di bibir kecilnya dan pelangi pun terlihat di balik sela-sela bukit hijau hatinya. Terkadang dibalik kepedihan yang terus mengantri, ada kebahagiaan yang tersimpan dihatinya.

Ada kepolosan cinta saat hujan menghampiri. hujan jatuh dari langit untuk mendapat kebebasan. menari berteriak dan ketika menyentuh sebuah lapisan, akan sakit dan pada akhirnya akan mengalir sampai berjumpa lagi dengan proses yang selalu berulang. Di suatu kesempatan, hujan akan menjadi embun dan dicintai apa adanya tanpa warna oleh sang daun. Dia, dia selalu berdoa untuk mengalami kepolosan itu.

Dia dan hujan. Tidak saling mengerti, Tidak saling berkata. Dia dan hujan. Saling memberi keadaan.

Comments

Popular Posts